Sejarah & Budaya

Saat Musik Jadi Alat Siksa: Apa Yang Terdokumentasi

Apa yang tercantum di sumber dan apa yang mitos

author
Claudia Oddore · 4 min read
Saat Musik Jadi Alat Siksa: Apa Yang Terdokumentasi

Lagu yang biasanya kamu putar buat semangat olahraga atau nemenin macet ternyata pernah dipakai untuk hal yang jauh lebih gelap: diputar keras-keras, berulang-ulang, ke tahanan di penjara militer dan fasilitas rahasia AS.

Topik ini gampang jadi salah kaprah, karena banyak daftar lagu beredar di internet dengan campuran fakta dan tebakan. Jadi di artikel ini kita pisahkan: apa yang tercatat di sumber, dan apa yang belum bisa diverifikasi.

Intinya dulu

  • Praktik ini dilaporkan lewat laporan resmi, testimoni tahanan, dan jurnalis, bukan satu prosedur baku yang seragam.
  • Ini bukan soal genre. Metal, hip-hop, pop, sampai jingle iklan ikut disebut.
  • Lokasinya beda-beda (Guantánamo, Abu Ghraib, fasilitas CIA), jadi jangan disamaratakan.

Lagu apa saja yang disebut?

Artikel Frieze berjudul Wrong Note mengumpulkan sejumlah contoh. Beberapa yang disebut di sana:1

  • Eminem, “Kim”, diputar ke seorang tahanan Guantánamo bersama musik heavy metal yang judulnya tidak disebut
  • David Gray, “Babylon”, dikaitkan dengan seorang tahanan di Abu Ghraib
  • Dope, “Die Motherfucker Die”
  • Deicide, “Fuck Your God”
  • Bruce Springsteen, “Born in the USA”
  • Rage Against the Machine, “Bulls on Parade”
  • Christina Aguilera, “Dirrty”
  • Neil Diamond, “America”
  • Bee Gees, “Stayin’ Alive”
  • Tema Barney, “I Love You”
  • Jingle iklan Meow Mix
  • Metallica, “Enter Sandman”
  • Drowning Pool, “Bodies”

Frieze juga merujuk playlist yang pernah disusun Mother Jones, dan daftar itu pun bukan daftar lengkap.1

Catatan jujur: kamu mungkin pernah lihat daftar lain yang memuat Tupac, “Killing in the Name”, atau Queen. Lagu-lagu itu tidak ada di artikel Frieze di atas, jadi nggak kita klaim di sini. Bukan berarti pasti salah, cuma butuh sumber lain.

Guantánamo dan “Bodies”

“Bodies” dari Drowning Pool (rilis 2001) paling sering jadi contoh. Salah satu laporan menyebut sebuah laporan Pentagon tahun 2004 mencatat seorang tahanan dipaksa mendengarkan lagu itu selama berjam-jam.2

YouTube Video

Penggunaan musik keras juga muncul di laporan Senate Armed Services Committee bulan November 2008 tentang perlakuan terhadap tahanan di tahanan AS.3

Sisi CIA: laporan Senat 2014

Ringkasan eksekutif laporan Senat soal program penahanan CIA dirilis Desember 2014.4 Menurut Vice, frasa “loud music” muncul 17 kali di dalamnya.5

Beberapa detail yang dilaporkan:

  • Seorang tahanan, Abu Zubaydah, disebut dikenai musik keras dalam putaran tanpa henti. Liputan tentang laporan ini mengaitkannya dengan lagu-lagu Red Hot Chili Peppers.67
  • “Rawhide” disebut dalam liputan laporan itu sebagai lagu yang diputar keras dan berulang.8
  • Di fasilitas COBALT di Afghanistan, tahanan dilaporkan ditahan di ruang gelap, dirantai, dengan suara keras atau musik.9

Soal angka “79 desibel”

Kamu mungkin pernah lihat angka 79 dB. Angka ini nyata: sebuah catatan kaki dalam memo tahun 2005 menyebut CIA menerapkan white noise atau suara keras dengan batas tidak melebihi 79 desibel.5 Pihak CIA juga disebut berargumen bahwa di level itu pendengaran tahanan tidak rusak.3

Tapi jangan berhenti di situ. Menurut kutipan dari laporan Senat, CIA ternyata memakai musik pada desibel di atas yang dilaporkan ke Office of Legal Counsel, dan memakai lagu tertentu sebagai sinyal bahwa sesi interogasi berikutnya akan dimulai.10

Pelajarannya: angka “resmi” belum tentu sama dengan praktik di lapangan.

Kenapa musik dipakai?

Penjelasan yang paling bisa dipegang:

  • Seorang peneliti yang diwawancarai Vice berargumen bahwa suara punya efek fisik, dan musik keras berulang bukan komponen sepele, tapi bagian dari programnya.5
  • Di praktiknya, musik jarang berdiri sendiri. Gabungannya bisa berupa gelap, rantai, dan isolasi.9
  • Frieze menyebut sebagian teknik berakar dari program pelatihan militer (SERE), dan menggambarkannya sebagai “touchless torture”, yaitu penyiksaan tanpa bekas fisik yang jelas.1

Klaim yang sering beredar tapi belum terverifikasi

KlaimStatus
Lagu anak-anak “terbukti” paling cepat mematahkan mentalTidak ada sumber yang mendukung. Frieze hanya menyebut lagu-lagu itu dipilih, bukan terbukti lebih ampuh.1
Semua kasus 18 sampai 24 jam per hari di 82 sampai 100 dBTidak ada angka seragam. Durasi dan volume berbeda per kasus.
Semua lagu di daftar viral dipakai di GuantánamoDaftar viral biasanya campuran dari berbagai lokasi dan sumber.

Penutup

Musik dipakai sebagai alat penyiksaan itu terdokumentasi, tapi detailnya berantakan, bervariasi, dan tidak semuanya terkonfirmasi sama kuat. Karena itu cara paling aman menulis atau membicarakannya adalah dengan kalimat seperti “dilaporkan oleh…” atau “menurut laporan Senat…”, bukan klaim absolut.

Para musisi sendiri juga ikut bersuara dalam perdebatan ini.3 Lagu yang kamu cintai bisa saja dipakai dengan cara yang nggak pernah dibayangkan penciptanya.


Sumber


  1. Frieze, “Wrong Note”. https://www.frieze.com/article/wrong-note  ↩︎ ↩︎ ↩︎ ↩︎

  2. Music Feeds, “Red Hot Chili Peppers Used By CIA To Torture Prisoner” (menyebut laporan Pentagon 2004 soal “Bodies”). https://musicfeeds.com.au/?p=101820  ↩︎

  3. NBC News, “Musicians turn up the volume on Gitmo debate”. https://www.nbcnews.com/id/wbna33423672  ↩︎ ↩︎ ↩︎

  4. Salon, “10 appalling findings in the Senate’s torture report” (9 Desember 2014). https://salon.com/2014/12/09/10_appalling_findings_in_the_senates_torture_report  ↩︎

  5. Vice (Motherboard), “Why Sound Torture Works”. https://www.vice.com/en/article/why-sound-torture-works/  ↩︎ ↩︎ ↩︎

  6. Government Executive, “CIA Used Red Hot Chili Peppers Songs to Torture Terrorism Detainee”. https://www.govexec.com/defense/2014/04/cia-used-red-hot-chili-peppers-songs-torture-terrorism-detainee/82273  ↩︎

  7. Stereogum, “CIA Tortured Prisoner With Red Hot Chili Peppers According To New Senate Intelligence Committee Report”. https://stereogum.com/1674983/cia-tortured-prisoner-with-red-hot-chili-peppers-according-to-new-senate-intelligence-committee-report-2/news  ↩︎

  8. Government Executive, “Humane interrogation technique works much better than torture”. https://govexec.com/defense/2014/12/humane-interrogation-technique-works-much-better-torture/101232  ↩︎

  9. Thomson Reuters Graphics, “U.S. Senate report on CIA practices”. https://graphics.thomsonreuters.com/14/CIA-detainees/index.html  ↩︎ ↩︎

  10. Kutipan laporan Senat Intelligence Committee hlm. 428 sampai 429, dalam catatan Fulcrum. https://www.fulcrum.org/concern/file_sets/mc87ps214  ↩︎

  • ...
  • ...
  • share to:
Mungkin Anda Suka

Posting Terkait

Evolusi Ibadah Haji Travel & Tourism |

Evolusi Ibadah Haji

Dari Jaman Jahiliah Sampai Modern

Hak Asasi Manusia Society Shift |

Hak Asasi Manusia

Dalam Perspektif Teologis dan Humanistis